Assalamu’alaykum. Sampurasun, Sobat Ngariksa…
Dunia sufi ibarat samudera; pengetahuannya amat mendalam tak terkira; sekali sudah memahaminya, hikmah dan bijak menjadi milik kita. Tentang wujud saja, para sufi membedakan wujud dan esensi (mahiyah). Wujud untuk Tuhan tentu berbeda. Wujud-Nya Tunggal, dan Wajib Ada dengan segala kemutlakan-Nya. Wujud alam amatlah fana.
Bagaimana al-Kurani mendedah konsep wujud dan esensi, yang juga muncul dalam pandangan teologis Abu Hasan al-Asy’ari? Bagaimana pula al-Kurani mengkompromikan beragam pandangan yang sepintas berhadap-hadapan berbeda?
Teks yang akan dibacakan dapat diunduh di sini: https://bit.ly/ithafngariksa24.
Sesi tanya jawab akan dibuka, dan rekamannya akan ditayangkan terpisah pula. Silahkan sampaikan pertanyaan #SobatNgariksa terkait topik yang dibahas, melalui kolom komentar di medsos, untuk semampunya diulas.
Kunjungi juga Ngariksa Channel YOUTUBE. Dengan subscribe, share, dan mengaktifkan notifikasi, berarti Sobat Ngariksa berkontribusi membangun jembatan bersama untuk memahami peradaban Nusantara.
Salam Ngariksa,
Kang Oman